COMMUNICATION STYLE & SELF ESTEEM

Communication Style & Self Esteem



Gaya komunikasi yang dimiliki setiap individu pasti berbeda - beda. Gaya komunikasi adalah memahami bagaiman dunia memandang seseorang sepenuhnya sebagai suatu kepribadian unik, hal ini mempengaruhi hubungan seseorang baik dalam karir dan kesejahteraan emosional. Gaya komunikasi terkadang menjadi lebih penting dari konten komunikasi tersebut. Gaya komunikasi menurut Tubbs & Moss yaitu : 

1. The controlling style, gaya komunikasi ini bersifat mengendalikan dengan adanya satu kehendang atau maksud untuk membatasi, memaksa, mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain serta dikenal dengan komunikasi satu arah. 

2. The equalitarian style, aspek penting dari gaya ini adalah adanya landasan kesamaan dan ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan - pesan verbal lisan ataupun tulisan yang bersifat dua arah. 

3. The structuring style , gaya ini memanfaatkan pesan- pesan verbal guna memanfaatkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi.

4. The dynamic style, memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan. gaya komunikasi ini sering dipakai oleh juru kampanye atau supervisor.

5. The relinguishing style, mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, dan pendapat atau gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan mempunyai hak untuk memerintah atau mengontrol. 

6. The withdrawal style, dapat mengakibatkan melemahnya tindak komunikasi, artinya tidaka ada keinginan dari orang - orang yang memakai gaya komunikasi ini dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan atau kesulitan antar pribadi yang hadir oleh orang-orang tersebut.


Faktor yang mempengaruhi gaya komunikasi seseorang menurut Shapiere(2005), yaitu: 

1. Kondisi fisik

2. Peran

3. Konteks histori

4. Kronologi

5. Bahasa 

6. Hubungan

7. Kendala


Karakter & Komunikasi

- Karakter orang terbuka (ekstrovet), karakter ini lebih suka mengarahkan energi dan perhatian terhadap dunia luar. minat dalam bersosialisasi sangat kuat. Komunikasi yang dilakukan oleh orang ekstrovet adalah menyambut baik ajakan untuk melakukan sesuatu, pastikan hasil sudah disepakati sebelum mengakhiri dan berbicara langsung tanpa menggunakan bentuk tertulis. 


- Karakter orang tertutup (introvert), memiliki pemahaman baik terhadap dunia dalam diri mereka, fantasi, mimpi dan persepsi yang bersifat individu. Karakter mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar dan lemah terhadap penyesuaian sosial.


- Karakter orang intuitif, karakter mereka lebih mengutamakan hal hal yang terlihat tidak nyata. Membicarakan hal hal dengan tema masa depan serta senang diajak memikirkan hal hal yang kreatif. 


- Karakter orang perasa, lebih mengutamakan emosi dibanding rasio, hanya saja emosi atau perasaan lebih mendominasi ketika berkomunikasi. Berbicara dengan orang yang perasa sebaiknya secara teratur dan tersusun dan jangan membicarakan hal hal yang abstrak.


- Karakter orang penilai, karakter terkesan menghakimi, tidak sabar dan langsung memberikan penilaian terhadap orang lain. Komunikasi yang dapat dilakukan oleh orang penilai adalah tegas dalam mengambil keputusan dan tidak melakukan pembicaraan terlalu banyak.


- Karakter manusia berdasarkan pola laku, manusia dengan karakter doer (pelaku) lebih suka pada tindakan daripada kata - kata. Manusia dengan karakter pemberi pengaruh akan mencoba mewarnai orang lain dengan keyakinan yang dimiliki. Manusia dengan karakter penghubung cenderung menjadi juru damai yang intens.


- Karakter manusia berdasarkan ekspresi, ada 3 tipe pertama tipe pengungkap. Berkomunikasi dengan tipe pengungkap bergembiralah dengan mereka. Kedua tipe pendorong, berkomunikasi dengan orang tipe pendorong ikutilah arahan mereka. Ketiga tipe analistis, berkomunikasi dengan orang tipe analistis berbicaralah secara teratur dan terstruktur.


- Karakter manusia berdasarkan gerak, 3 tipe yang ada pada karakter manusia berdasarkan gerak. Pertama tipe penggembira akan mudah dihadapi dengan sifat persahabatan. Kedua tipe pemikir, gaya yang lebih tepat tentu lebih mengutamakan kerangka berpikir ilmiah dan rasional. Ketiga tipe pengarah, orang dengan tipe ini lebih mudah didekati dengan gaya menuruti apa yang sedang disampaikan. 


- Karakter manusia berdasarkan sistem representasional, ada 3 tipe yaitu yang pertama orang dengan tipe penglihatan akan lebih efektif bila diberi objek gambar, grafik dan sejenisnya. Kedua tipe pendengaran, orang dengan tipe ini yang perlu ditingkatkan adalah teknik suara. Ketiga tipe gerakan, orang dengan tipe gerakan kata - kata bersifat psikologis yang menggugah sehrausnya dikedepankan. 


Self esteem (harga diri), Chaplin (Subowo & Martiarini, 2009) harga diri adalah penilaian diri yang dipengaruhi oleh sikap interaksi, penghargaan, dan penerimaan orang lain terhadap individu. 


4 aspek pembentukan self esteem menurut Coopersmith yaitu : 

1. Kekuatan individu.

2. Keberartian individu.

3. Kebajikan individu.

4. Keberhasilan individu.


Karakteristik Seseorang yang Memiliki Self Esteem Tinggi :

1). Mampu mengulangi kesengsaraan hidup, lebih tabah dan ulet serta mampu melawan kegagalan.

2). Berambisi

3). Lebih kreatif dalam pekerjaan dan sebagai sarana untuk menjadi lebih berhasil.

4). Memiliki kemungkinan lebih dalam dan besar untuk membina hubungan interpersonal.


Karakteristik Seseorang yang Memiliki Self Esteem Rendah :

1). Cenderung merasa dirinya tidak berharga.

2). Tidak berani mencari tantangan baru dalam hidupnya.

3). Lebih senang menghadapi hal - hal yang sudah dikenal dengan baik.

4). Cenderung tidak merasa yakin akan pemikiran serta perasaan yang dimilikinya.

5). Takut menghadapi respon dari orang lain, tidak mempu membina komunikasi yang baik.


Faktor - faktor yang mempengaruhi self esteem yaitu :

1. Jenis kelamin.

2. Intelegensi.

3. Kondisi fisik.

4. Lingkungan keluarga.

5. Lingkungan sosial.


3 aspek self esteem menurut heatheron dan polivy (Susanti, 2006) :

1. Performance self esteem.

2. Social self esteem. 

3. Physical self esteem.


Contoh Communication Style pada Diri Sendiri

Communication style yang saya terapkan adalah Equalitarian Style dan Relinguishing Style. Saya sangat terbuka dalam hal komunikasi dan saya juga sangat peduli dan mendengarkan dengan baik ketika ada seseorang berbicara sehingga terjalin hubungan yang baik maka dari itu saya memiliki Equalitarian style. Kedua saya juga cenderung lebih memilih menerima saran atau kritikan dibanding memberi saran atau kritikan kepada orang lain meskipun saya memiliki hak untuk melakukannya maka dari itu saya menggunakan communication style Relinguishing Style.

Komentar